Airborne LiDAR Bathymetry untuk Survei Hidrografi, ini RAB-nya Buat 1000 Hektar

Airborne LiDAR Bathymetry untuk Survei Hidrografi, ini RAB-nya Buat 1000 Hektar

konsultanpemetaan.id – Halo sahabat konsultan! Kami dari tim riset PT. Digital Global Eksplorasi sudah insight paling  dari berbagai sumber terpercaya khusus buat sahabat konsultan yang lagi pusing ngurusin proyek survei. Jujurl, kalau ngomongin survei hidrografi pakai metode konvensional, siapa sih yang nggak relate sama struggle di lapangan? Coba bayangin kondisi nyata di lapangan, sahabat konsultan harus survei di area pesisir atau laut dangkal dengan ombak gede, arus muter-muter yang susah diprediksi, ditambah tebaran terumbu karang yang bikin lambung kapal survei rawan nyangkut atau bocor. Apalagi kalau alat Multibeam Echosounder kebentur karang, bisa nangis karena harganya selangit. Nyawa kru dan alat benar-benar jadi taruhan. Nah, buat nge-tackle medan ekstrem kayak gitu, apalagi kalau coverage areanya lumayan luas nyentuh angka 1.000 hektar sekitar 10 km persegi, solusi paling sat-set dan minim risiko saat ini adalah pakai teknologi Airborne LiDAR Bathymetry (ALB). Tapi pertanyaannya, seberapa gede sih budget yang harus disiapin? Let’s dive in ke pembahasan RAB-nya!

Mengapa ALB Digunakan untuk Survei Hidrografi?

Berikut ini beberapa alasan mengapa ALB digunakan untuk survei hidrografi:

Baca Juga :  Tenaga Ahli Satellite Derived Bathymetry untuk Analisis Metocean dan Hidrografi, Ini Data yang Dibutuhkan

Safety First

Karena alat ini ditembakkan dari udara pakai drone heavy-lift atau pesawat ringan) tim surveyor nggak perlu turun langsung menantang ombak ganas atau nyangkut di perairan dangkal. Risiko kecelakaan kapal jadi nol persen.

Coverage Area yang Massive & Sat-Set

Mau nyapu area seluas 1.000 hektar? ALB bisa nyelesein akusisi data cuma dalam hitungan hari. Kalau pakai kapal, bisa berminggu-minggu plus mabuk laut berjamaah.

Nembus Area Super Dangkal

Kapal survei nggak bakal bisa masuk ke area surf zone yang kedalamannya cuma 0-2 meter. Laser green-band dari ALB justru didesain buat nembus kedalaman dangkal ini dengan resolusi tinggi.

Data Seamless Topo-Bathy

Sensor ALB biasanya hybrid sama sensor topografi. Jadi dalam sekali terbang, sahabat konsultan dapat model 3D daratan pantai (topografi) nyambung langsung ke dasar laut  tanpa patahan data sama sekali.

Long-term Cost Efficiency

Sekali nge-gas buat sewa ALB di awal emang kelihatan pricey. Tapi buat skala 1.000 hektar, ini jauh lebih worth it dan efisien karena sahabat konsultan motong biaya potong kompas buat sewa kapal, logistik berminggu-minggu, dan man-hour kru di laut.

Komponen Biaya ALB Untuk Survey Hidrografi

Berikut ini beberapa komponen biaya ALB untuk survey hidrografi:

Komponen Biaya Utama Deskripsi Detail Pekerjaan Keterangan Tambahan
Mobilisasi dan Demobilisasi Biaya pengiriman wahana terbang, alat sensor laser, dan tiket perjalanan tim ahli dari kantor pusat ke lokasi proyek pulang-pergi. Makin terpelosok lokasinya, biayanya makin bikin boncos.
Sewa Sensor dan Wahana Udara Komponen termahal. Meliputi sewa sensor pemindai kedalaman (laser hijau) beserta wahana pembawanya.
Bisa pakai pesawat tanpa awak kelas berat atau pesawat berawak.
Perizinan Terbang Biaya administrasi untuk izin terbang ke pihak navigasi udara dan kementerian terkait. Sering memakan waktu dan butuh lobi birokrasi yang rapi.
Tenaga Ahli dan Operasional Gaji harian untuk Pilot, Surveyor, pengolah data spasial, penginapan, makan, dan transportasi lokal. Butuh orang yang benar-benar tersertifikasi.
Pengukuran Titik Kontrol

(GNSS)

Biaya untuk mendirikan stasiun pemancar sinyal bumi untuk mengikat data koordinat agar akurasinya tinggi. Harus dipasang di titik darat yang terbuka.
Pengolahan Data

(Processing)

Komputer canggih dan perangkat lunak berlisensi tinggi untuk menyaring titik data yang kotor menjadi peta kedalaman bersih. Membutuhkan waktu spesifik di kantor.

RAB Airborne LiDAR Bathymetry 1.000 Hektar

Biar sahabat konsultan dapet gambaran kasarnya dan nggak salah ngasih harga ke klien, ini contoh simulasi RAB pemetaan seluas 1.000 Hektar menggunakan wahana terbang tanpa awak spesifikasi tinggi. Berikut ini RAB-nya:

No Uraian Pekerjaan Satuan Volume Harga Satuan Total Harga
1 Persiapan dan Izin Terbang Udara Lumpsum 1 35.000.000 35.000.000
2 Mobilisasi & Demobilisasi Alat + Tim Lumpsum 1 45.000.000 45.000.000
3 Pengukuran Titik Kontrol Dasar (GNSS) Titik 5 4.000.000 20.000.000
4 Akuisisi Data Pemindaian Udara (ALB) Hektar 1 500.000 500.000.000
5 Pengolahan Data & Pembuatan Peta Hektar 1 120.000 120.000.000
6 Pelaporan Akhir & Supervisi Lumpsum 1 25.000.000 25.000.000
Total Keseluruhan Biaya Pekerjaan Dasar 745.000.000

Catatan: Angka diatas adalah estimasi pasar terkini dan bisa berubah kapan saja.

Faktor yang Paling Mempengaruhi Biaya ALB 1.000 Hektar

Berikut ini beberapa faktor yang paling mempengaruhi biaya ALB 1.000 Hektar:

Tingkat Kekeruhan Air

Laser hijau ini musuh bebuyutannya adalah air lumpur atau air keruh. Kalau perairannya kotor, kekuatan tembus laser berkurang drastis, sehingga butuh alat yang daya tembaknya lebih mahal atau harus mengulang penerbangan.

Pemilihan Jenis Armada Terbang

Pakai pesawat berawak pasti jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan wahana terbang tanpa awak canggih kelas industri, meski wahana tanpa awak daya jelajahnya lebih terbatas.

Lokasi dan Aksesibilitas Proyek

Kalau 1.000 hektar itu ada di pedalaman ujung timur Indonesia yang susah sinyal dan jauh dari bandara, biaya mobilisasi logistik bisa menguras kantong parah.

Permintaan Kerapatan Titik 

Klien minta jarak antar titik kedalaman cuma 10 sentimeter? Wahana harus terbang lebih rendah dan pelan, jalur terbang makin banyak, otomatis biaya sewa harian melonjak naik.

Topografi Sekitar Pesisir

Area yang dikelilingi tebing curam atau menara tinggi memaksa manuver terbang yang lebih sulit dan berisiko, yang mana akan menambah biaya asuransi penerbangan.

Risiko yang Harus Masuk Dalam RAB

Berikut ini beberapa risiko yang harus masuk dalam RAB:

Cuaca Buruk yang Bikin Nganggur

Angin badai atau hujan badai bikin armada nggak bisa terbang. Biaya sewa harian alat dan gaji tim tetep jalan terus walaupun mereka cuma rebahan di penginapan.

Kondisi Air Mendadak Keruh

Bayangin semalaman hujan di hulu, besoknya air muara jadi warna kopi susu. Operasi terpaksa berhenti nunggu air jernih lagi, yang artinya waktu dan biaya bertambah.

Drama Perizinan Terbang

Birokrasi izin keamanan ruang udara kadang bisa ditunda sepihak karena ada aktivitas militer atau VVIP. Waktu tunggu ini memakan biaya operasional.

Kerusakan Alat Sensor Terjatuh

Namanya barang terbang, risiko mesin mati atau diserang burung liar tetap ada. Alat laser hidrografi harganya miliaran, pastikan premi asuransi alat udah masuk dalam hitungan biaya sahabat konsultan.

Kenaikan Harga Bahan Bakar Mendadak

Operasional genset di pedalaman atau avtur untuk penerbangan sangat fluktuatif. Kenaikan harga bahan bakar di lokasi terpencil harus dikasih persentase toleransi di dalam kontrak.

Kesimpulan Airborne LiDAR Bathymetry untuk Survei Hidrografi

Beralih ke Airborne LiDAR Bathymetry (ALB) untuk proyek survei hidrografi seluas 1.000 hektar adalah langkah investasi yang super smart dan solutif. Meskipun secara RAB di awal berkisar di angka ratusan juta, teknologi ini nawarin tingkat safety maksimal yang nggak bisa dikasih oleh kapal survei konvensional, apalagi di perairan ekstrem atau super dangkal. Kuncinya ada di perencanaan finansial yang matang pastikan sahabat konsultan masukin buffer budget untuk mitigasi risiko seperti cuaca buruk dan kerumitan perizinan.

 

 

Button CTA WA
Baca Juga :  Biaya Pengambilan Sampel Sedimen Dasar dalam Analisis Metocean atau Hidrografi